Anak muda berwirausaha? Kenapa tidak, jangan pernah sepelekan tentang wirausaha. Anak muda bernama Hedi Rusdian ini sukses menembus ekspor dengan produk aksesorisnya seperti beckel, cincin, kalung yang sepertinya sepele. Nama workshopnya adalah Fourspeed Metal Werks dan sudah di kenal mendunia berkat keunikan hand made nya oleh band – band kelas dunia seperti Sepultura maupun Napalm Death. Baca kisah Hedi Rusdian, Anak Muda Sukses Pengusaha Aksesories, 70% Produknya Ekspor berikut ini yang saya ambil dari tribunjabar.co.id & http://fokusjabar.com.
SIAPA bilang hobi tidak dapat menjadi pundi-pundi uang? Buktinya, Hedi Rusdian berhasil meraih kesuksesan karena diawali oleh hobinya mengumpulkan dan mengoleksi pernak-pernik berbahan metal atau logam, seperti beckel, cincin, kalung, dan sebagainya.
Namun, ternyata, untuk meraih sukses, Hedi harus melalui jalan yang berliku. Pemuda berbadan tegap ini pernah mengalami kegagalan berbisnis. “Awalnya, saya mencoba menekuni clothing. Saya membuat dan memasarkannya. Tapi, gagal. Saya sempat bangkrut,” aku Hedi membuka obrolan di tempat usahanya, Fourspeed Metal Werks di Jalan Anggrek 42 Bandung, Selasa (13/11).
Meski dirundung kegagalan dan kebangkrutan, Hedi punya mental baja. Pemuda itu tidak putus asa. Sebaliknya, Hedi makin tertantang. Menurutnya, kegagalan itu menjadi pembelajaran penting sekaligus pelecut untuk terus melangkah.
Pasca kegagalan itu, Hedi kembali menekuni hobinya, mengumpulkan aksesori berbahan logam. Ternyata, Hedi mendapat inspirasi untuk memproduksi aksesori tersebut.
Lalu, dia pun mulai mengumpulkan berbagai informasi, seperti proses pembuatan, bahan baku, hingga pemasaran. “Saya mencari data dan informasi dari mana-mana, termasuk internet,” ucapnya. Bermodalkan uang Rp 40 juta, Hedi mulai merintis usahanya. Pada 2005, Hedi membentuk Fourspeed di Margahayu Raya. Saat itu, Hedi mempekerjakan 5 orang karyawan.
Untuk memasarkan produk-produknya, Hedi menitipkannya pada distro-distro. Setelah sekian tahun berjalan, tentunya Hedi ingin memperlebar pasarnya. Mulailah dia memanfaatkan jaringan internet.
Hasilnya? Luar biasa. Produknya diminati beragam komunitas. Hebatnya, komunitas itu banyak dari mancanegara. Mereka antara lain grup band, skateboard, fotografi, dan lainnya. Bahkan, di antara konsumennya, terdapat nama-nama beken. Antara lain, grup thrash metal ternama, Sepultura. “Saat itu, vokalis Sepultura, Derrick Green, tertarik pada produk kami. Dia bertanya, ini produk siapa,” tutur Hedi.
Tentunya, Hedi kaget bercampur bangga produknya diminati grup cadas tersebut. “Dalam akun twitternya. Derrick Green menilai produk kami merupakan produk hand made berkualitas. Ini jadi kebanggaan kami tentunya,” sambung Hedi.
Berkat twitter itulah, katanya, produk-produknya dilirik beragam komunitas. Sejauh ini, artis-artis dunia menjadi pelanggannya. Di antaranya Rob Blasko (Ozzy Osbourne and Friends), Napalm Death, Estevan Oriol (fotografer), Steve Caballero (skateboarder), dan lainnya. Adanya respon itu, pada 2010, Hedi mulai melakukan kerjasama dengan berbagai grup band. Kerjasama itu termasuk dengan Sepultura. Bentuknya dalam hal pengadaan buckle dan cincin.
Kini, Hedi memiliki pasar ekspor. Hampir 70 persen produknya beredar di berbagai negara. Akan tetapi, pihaknya pun tidak menyepelekan pasar domestik. Buktinya, sejumlah artis papan atas tanah air berkolaborasi dengan industri yang dipimpinnya itu. Yakni, Netral, Kaka Slank, Melanie Subono, David Naif, Superman Is Dead, dan lainnya.
Berkat kerja kerasnya, omzet Hedi pun terus meningkat. Secara merendah, Hedi, yang kini memiliki 40 orang pegawai, menyebutkan nilai omzetnya sekitar Rp 500 juta per tahun.
Hedi Rusdian Gunawan diusia yang masih muda sudah menjadi pemilik produsen ”buckle” atau kepala ikat pinggang Fourspeed Metalwerks. Tidak hanya kepala ikat pinggang dirinya pun membuat cincin serta beberapa ascesoris lainnya.
Lebih keren lagi, hingga saat ini sudah puluhan orang yang dia pekerjakan baik di Indonesia dan di luar negeri. Link perusahaan pun tidak tanggung, beberapa grup band ibu kota hingga dunia sudah menjadi rekannya seperti Sepultura.
Hedi Rusdian Gunawan (Foto: M Jatnika Sadili)
Hedi Rusdian Gunawan
(Foto: M Jatnika Sadili)
“Pasar kebanyakan ke luar negeri, jumlahnya terbatas satu buahnya bisa mencapai sekitar Rp2 juta. Kita juga pernah kerjasama untuk band lain selain Sepultura, seperti House of Pain, Pantera, Slayer, dan Motorhead,” kata Hedi ditemui di rumah produski Fourspeed Metalwerks di Margahayu Raya, Kota Bandung, Minggu (14/4).
Dia mengaku, ketertarikan band luar khusunya kepada produk yang dia jual adalah, karena menggunakan bahan campuran timah bebas timbal (pewter), selain desain yang mendetail oleh para artisan atau dia sendiri.
Bahkan produk yang kecil seperti cincin bermotifkan tengkorak yang dibuatnya sedetail mungkin, mulai dari lekuk hingga bentuk gigi, maupun hiasan di atasnya hingga sebuah tulisan ”Made with pride in Bandung, Indonesia”. Produk yang sudah jadi kemudian dikirimkannya ke sebuah gudang di Seattle, Amerika Serikat.
“Kita ingin konsumen di luar negeri bisa mengakui kualitas barang buatan Indonesia. Ini juga termasuk bagian dari promosi kebudayaan maupun identitas Kota Bandung sebagai kota kreatif,” tambahnya.
Penjualan bukan hanya di luar negeri, di kampung halamanya, Bandung, dia gencar mempromosikan, walau tidak seramai pasar luar. Dia menilai mungkin karena kelum adanya kesiapan masyarakat Indonesia untuk membeli sebuah kela ikat pinggang dengan nominal besar.
“Tapi tiu hanya sebagaian, beberapa musisi dalam negeri juga sudah bekerja sama dengan Fourspeed Metalwerks, seperti Melanie Subono, band Naif dan Ipang. Beberapa warga lain pun ada,” jelasnya.
Untuk omset yang didapat perbulan, dia enggan membua, namun dua bulan dapat membeli satu motor Harley-Davidson atau motor besar.
Laki-laki lulusan SMA yang tidak lulus dalam tes penerimaan mahasiswa di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (FSRD ITB) ini mulai merintis sejak tahun 2005 ini, tidak langsung sukses, manis pahit perjalanan pernah dirasakan, bahkan hingga pernah hampir terbakar dan kena ledakan campuran bahan kimia. Penjualan pun tidak lantas diterima ke luarnegeri, berawal dengan menjajakan katalog ke beberapa distro di Bandung.
Meski demikian, dia tidak pernah menyesali jalan hidupnya karena sekarang justru Hedi yang diundang sebagai pembicara oleh mahasiswa FSRD ITB. Bahkan, dia menjadi ”pembimbing” tugas akhir mahasiswa. (**)
Assalamualaikum wrb salam persaudaraan,perkenalkan saya Sri Wulandari asal jambi,maaf sebelumnya saya hanya mau berbagi pengalaman kepada saudara(i) yang sedang dalam masalah apapun,sebelumnya saya mau bercerita sedikit tentang masalah saya,dulu saya hanya penjual campuran yang bermodalkan hutang di Bank BRI,saya seorang janda dua anak penghasilan hanya bisa dipakai untuk makan anak saya putus sekolah dikarenakan tidk ada biaya,saya sempat stres dan putus asa menjalani hidup tapi tiap kali saya lihat anak saya,saya selalu semangat.saya tidak lupa berdoa dan minta petunjuk kepada yang maha kuasa,tampa sengaja saya buka internet dan tidak sengaja saya mendapat nomor tlpon Aki Sulaiman,awalnya saya Cuma iseng2 menghubungi Aki saya dikasi solusi tapi awalnya saya sangat ragu tapi saya coba jalani apa yang beliau katakan dengan bermodalkan bismillah saya ikut saran Aki Sulaiman saya di ritualkan dana gaib selama 3 malam ritual,setelah rituialnya selesai,subahanallah dana sebesar 2M ada di dalam rekening saya.alhamdulillah sekarang saya bersyukur hutang di Bank lunas dan saya punya toko elektronik yang bisa dibilang besar dan anak saya juga lanjut sekolah,sumpah demi Allah ini nyata tampa karangan apapun,bagi teman2 yang mau berhubungan dengan Aki Sulaiman silahkan hub 085216479327 insya Allah beliau akan berikan solusi apapun masalah anda mudah2han pengalaman saya bisa menginspirasi kalian semua,Assalamualaikum wrb.JIKA BERMINAT SILAHKAN HUB AKI SULAIMAN 085-216-479-327,TAMPA TUMBAL,TIDAK ADA RESIKO APAPUN(AMAN) .
BalasHapus